RSS

Koperasi

18 May

 

 

 

 

Koperasi adalah merupakan salah satu bentuk badan usaha yang diamanatkan oleh pasal 33 ayat 1 UUD 1945 :”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan:. Bentuk usaha yang dimaksud adalah koperasi.

Koperasi diatur dalam UU No. 25 tahun 1992 sebagai pengganti UU No.12 tahun 1967.

Dalam pasal 1 UU No. 25 tahun 1992 dinyatakan :”Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.

Ada dua jenis koperasi :

1. Kopererasi primer :  koperasi yang anggotanya orang seorang (minimal 20  orang)

2. Koperasi sekunder   : Koperasi yang beranggotakan Badan Hukum koperasi (minimal 3   badan hukum koperasi).

¨        koperasi pusat di kodya/kabupaten

¨        gabungan koperasi di propinsi

¨        Induk koperasi di pusat/nasional

Prinsip koperasi terdiri dari (pasal 5) :

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis/terbuka
  3. Pembagian SHU secara adil berdasar jasa anggota
  4. Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian

Keanggotaan koperasi dapat diperoleh dan diakhir sesuai Anggaran Dasar Koperasi.

Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan. Dalam hal anggota meninggal dunia keanggotaannya dapat diteruskan oleh ahli waris yang memenuhi syarat Anggaran Dasar. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara kepentingan ahli waris dan mempermudah proses mereka untuk menjadi anggota (UU No. 25 tahun 1992 pasal 19).

Setaip anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Struktur Organisasi Koperasi

Keterangan :

  1. Rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
  2. Pengurus adalah pelaksana seluruh kegiatan usaha koperasi
  3. Badan pengawas mengawasi kerja pengurus
  4. Manajer dan karyawan adalah karyawan yang diangkat dan digaji oleh pengurus
  5. Rapat Anggota, Pengurus dan Badan pengawas disebut Alat/perangkat organisasi koperasi
  6. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota masa jabatannya 5 tahun maksimal
  7. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota

Sumber modal koperasi (pasal 41)

  1. Modal sendiri terdiri dari :                    B.  Modal pinjaman berasal dari :

¨        simpanan pokok                                ¨ Anggota/simpanan sukarela

¨        Simpanan wajib                                 ¨ Koperasi lain

¨        Dana cadangan                                 ¨ Bank atau Lembaga Keuangan lain

¨        Hibah                                                ¨ Penerbitan Obligasi dan Surat utang lain

¨ Sumber lain yang sah

Yang berhak membubarkan koperasi (pasal 46)

  1. Keputusan Rapat Anggota
  2. Pemerintah, jika :

¨      Koperasi bertentangan dengan undang-undang yang berlaku

¨      Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum

¨      Kelangsungan hidupnya tidak dapat diharapkan lagi.

Landasan Koperasi:

¨      Landasan Idiil             : Pancasila

¨      Landasan Strukturil     : UUD 1945

¨      Landasan Operasional  : UUD 1945 pasal 33 ayat 1

¨      Landasan mental         : Setia kawan dan kesadaran berpribadi

Jenis koperasi dilihat dari:

  1. Usaha pokoknya :

¨      Koperasi konsumsi

¨      Koperasi produksi

¨      Koperasi kredit (simpan pinjam)

  1. Lapangan usahanya :

¨   Koperasi pertanian

¨   Koperasi peternakan

¨   Koperasi Angkutan

¨   Koperasi Industri, dll

  1. Lapangan Kerjanya :

¨        Multi purphose (serba usaha)

¨        Single purphose (1 jenis usaha)

  1. Fungsionalnya :

¨        Koperasi pegawai negeri

¨        Koperasi pensiunan, dll

Istilah-istilah Perkoperasian

KIK         : Kredit Investasi Kecil untuk industri kecil

KCK        : Kredit Candak Kulak untuk pedagang kecil

KUT         : Kredit usaha tani untuk petani kecil

KMKP      : Kredit modal kerja permanen untuk rehabilitasi dan perluasan usaha

KUKM      : Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Jenis dan Bentuk Koperasi di Indonesia

Jenis Koperasi menurut peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut :
a. Koperasi desa
b. Koperasi pertanian
c. Koperasi peternakan
d. Koperasi perikanan
e. Koperasi kerajinan/industry
f. Koperasi simpan pinjam
g. Koperasi konsumsi

Jenis-jenis Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.

Bentuk koperasi menurut peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut :
a. Koperasi primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.

b. Koperasi gabungan
adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
c. Koperasi induk
adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

Bentuk koperasi yang disesuaikan dengan wilayah administrasi pemerintahan sesuai dengan peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut:

a. Disetiap desa ditumbuhkan koperasi desa
b. Disetiap tingkat II ditumbuhkan pusat koperasi
c. Disetiap daerah tingkat I ditumbuhkan gabungan koperasi
d. Di ibukota ditumbuhkan induk koperasi

Sisa Hasil Usaha

 

Komponen pembagian SHU sesuai Undang-Undang adalah sebagai berikut :

SHU BERASAL DARI ANGGOTA

SHU DARI BUKAN ANGGOTA

  1. Cadangan koperasi
  2. Anggota sebanding dengan jasa yang diberikan
  3. Dana pengurus
  4. Dana pendidikan koperasi
  5. Dana pegawai/karyawan
  6. Dana sosial

g.    Dana pembangunan daerah kerja

  1. Cadangan koperasi
  2. Dana pengurus
  3. Dana pegawai/karyawan
  4. Dana pendidikan koperasi
  5. Dana sosial
  6. Dana pembangunan daerah kerja

Setelah dihitung pembagian SHU koperasi, dapat ditetapkan pembagian sisa hasil usaha setiap anggota berdasarkan jasa yang dilakukan terhadap koperasi. Setiap anggota akan menerima jasa modal, jasa pembelian, dan jasa simpan pinjam.

Jasa Modal

Jasa modal diberikan koperasi kepada anggota setiap anggota atas simpanan yang dimasukkan pada  koperasi berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Modal ditetapkan dengan rumus :

Jasa Pembelian/Penjualan

Jasa pembelian/penjualan adalah bagian jasa anggota yang diperoleh dari koperasi karena jasa melakukan pembelian atau penjualan kepada koperasi. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Pembelian/Penjualan ditetapkan dengan rumus :

 

Jasa Simpan Pinjam

Jasa Simpan Pinjam ini diberikan koperasi kepada setiap anggota atas pinjaman yang menghasilkan bunga atas koperasi. Pinjaman tersebut diperoleh anggota dari koperasi, dimana koperasi mengenakan bunga tertentu. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Simpan Pinjam ditetapkan dengan rumus :

 

 

 

 

 


KOPERASI

Koperasi adalah merupakan salah satu bentuk badan usaha yang diamanatkan oleh pasal 33 ayat 1 UUD 1945 :”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan:. Bentuk usaha yang dimaksud adalah koperasi.

Koperasi diatur dalam UU No. 25 tahun 1992 sebagai pengganti UU No.12 tahun 1967.

Dalam pasal 1 UU No. 25 tahun 1992 dinyatakan :”Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.

Ada dua jenis koperasi :

1. Kopererasi primer :  koperasi yang anggotanya orang seorang (minimal 20  orang)

2. Koperasi sekunder   : Koperasi yang beranggotakan Badan Hukum koperasi (minimal 3   badan hukum koperasi).

¨        koperasi pusat di kodya/kabupaten

¨        gabungan koperasi di propinsi

¨        Induk koperasi di pusat/nasional

Prinsip koperasi terdiri dari (pasal 5) :

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis/terbuka
  3. Pembagian SHU secara adil berdasar jasa anggota
  4. Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian

Keanggotaan koperasi dapat diperoleh dan diakhir sesuai Anggaran Dasar Koperasi.

Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan. Dalam hal anggota meninggal dunia keanggotaannya dapat diteruskan oleh ahli waris yang memenuhi syarat Anggaran Dasar. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara kepentingan ahli waris dan mempermudah proses mereka untuk menjadi anggota (UU No. 25 tahun 1992 pasal 19).

Setaip anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama.


Struktur Organisasi Koperasi

Keterangan :

  1. Rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
  2. Pengurus adalah pelaksana seluruh kegiatan usaha koperasi
  3. Badan pengawas mengawasi kerja pengurus
  4. Manajer dan karyawan adalah karyawan yang diangkat dan digaji oleh pengurus
  5. Rapat Anggota, Pengurus dan Badan pengawas disebut Alat/perangkat organisasi koperasi
  6. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota masa jabatannya 5 tahun maksimal
  7. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota

Sumber modal koperasi (pasal 41)

  1. Modal sendiri terdiri dari :                    B.  Modal pinjaman berasal dari :

¨        simpanan pokok                                ¨ Anggota/simpanan sukarela

¨        Simpanan wajib                                 ¨ Koperasi lain

¨        Dana cadangan                                 ¨ Bank atau Lembaga Keuangan lain

¨        Hibah                                                ¨ Penerbitan Obligasi dan Surat utang lain

¨ Sumber lain yang sah

Yang berhak membubarkan koperasi (pasal 46)

  1. Keputusan Rapat Anggota
  2. Pemerintah, jika :

¨      Koperasi bertentangan dengan undang-undang yang berlaku

¨      Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum

¨      Kelangsungan hidupnya tidak dapat diharapkan lagi.


Landasan Koperasi:

¨      Landasan Idiil             : Pancasila

¨      Landasan Strukturil     : UUD 1945

¨      Landasan Operasional  : UUD 1945 pasal 33 ayat 1

¨      Landasan mental         : Setia kawan dan kesadaran berpribadi

Jenis koperasi dilihat dari:

  1. Usaha pokoknya :

¨      Koperasi konsumsi

¨      Koperasi produksi

¨      Koperasi kredit (simpan pinjam)

  1. Lapangan usahanya :

¨   Koperasi pertanian

¨   Koperasi peternakan

¨   Koperasi Angkutan

¨   Koperasi Industri, dll

  1. Lapangan Kerjanya :

¨        Multi purphose (serba usaha)

¨        Single purphose (1 jenis usaha)

  1. Fungsionalnya :

¨        Koperasi pegawai negeri

¨        Koperasi pensiunan, dll

Istilah-istilah Perkoperasian

KIK         : Kredit Investasi Kecil untuk industri kecil

KCK        : Kredit Candak Kulak untuk pedagang kecil

KUT         : Kredit usaha tani untuk petani kecil

KMKP      : Kredit modal kerja permanen untuk rehabilitasi dan perluasan usaha

KUKM      : Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Jenis dan Bentuk Koperasi di Indonesia

Jenis Koperasi menurut peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut :
a. Koperasi desa
b. Koperasi pertanian
c. Koperasi peternakan
d. Koperasi perikanan
e. Koperasi kerajinan/industry
f. Koperasi simpan pinjam
g. Koperasi konsumsi

Jenis-jenis Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.

Bentuk koperasi menurut peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut :
a. Koperasi primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.

b. Koperasi gabungan
adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
c. Koperasi induk
adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

Bentuk koperasi yang disesuaikan dengan wilayah administrasi pemerintahan sesuai dengan peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut:

a. Disetiap desa ditumbuhkan koperasi desa
b. Disetiap tingkat II ditumbuhkan pusat koperasi
c. Disetiap daerah tingkat I ditumbuhkan gabungan koperasi
d. Di ibukota ditumbuhkan induk koperasi


Sisa Hasil Usaha

 

Komponen pembagian SHU sesuai Undang-Undang adalah sebagai berikut :

SHU BERASAL DARI ANGGOTA

SHU DARI BUKAN ANGGOTA

  1. Cadangan koperasi
  2. Anggota sebanding dengan jasa yang diberikan
  3. Dana pengurus
  4. Dana pendidikan koperasi
  5. Dana pegawai/karyawan
  6. Dana sosial

g.    Dana pembangunan daerah kerja

  1. Cadangan koperasi
  2. Dana pengurus
  3. Dana pegawai/karyawan
  4. Dana pendidikan koperasi
  5. Dana sosial
  6. Dana pembangunan daerah kerja

Setelah dihitung pembagian SHU koperasi, dapat ditetapkan pembagian sisa hasil usaha setiap anggota berdasarkan jasa yang dilakukan terhadap koperasi. Setiap anggota akan menerima jasa modal, jasa pembelian, dan jasa simpan pinjam.

Jasa Modal

Jasa modal diberikan koperasi kepada anggota setiap anggota atas simpanan yang dimasukkan pada  koperasi berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Modal ditetapkan dengan rumus :


Jasa Pembelian/Penjualan

Jasa pembelian/penjualan adalah bagian jasa anggota yang diperoleh dari koperasi karena jasa melakukan pembelian atau penjualan kepada koperasi. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Pembelian/Penjualan ditetapkan dengan rumus :


 

Jasa Simpan Pinjam

Jasa Simpan Pinjam ini diberikan koperasi kepada setiap anggota atas pinjaman yang menghasilkan bunga atas koperasi. Pinjaman tersebut diperoleh anggota dari koperasi, dimana koperasi mengenakan bunga tertentu. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Simpan Pinjam ditetapkan dengan rumus :


 

 

 

 

 


KOPERASI

Koperasi adalah merupakan salah satu bentuk badan usaha yang diamanatkan oleh pasal 33 ayat 1 UUD 1945 :”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan:. Bentuk usaha yang dimaksud adalah koperasi.

Koperasi diatur dalam UU No. 25 tahun 1992 sebagai pengganti UU No.12 tahun 1967.

Dalam pasal 1 UU No. 25 tahun 1992 dinyatakan :”Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.

Ada dua jenis koperasi :

1. Kopererasi primer :  koperasi yang anggotanya orang seorang (minimal 20  orang)

2. Koperasi sekunder   : Koperasi yang beranggotakan Badan Hukum koperasi (minimal 3   badan hukum koperasi).

¨        koperasi pusat di kodya/kabupaten

¨        gabungan koperasi di propinsi

¨        Induk koperasi di pusat/nasional

Prinsip koperasi terdiri dari (pasal 5) :

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis/terbuka
  3. Pembagian SHU secara adil berdasar jasa anggota
  4. Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian

Keanggotaan koperasi dapat diperoleh dan diakhir sesuai Anggaran Dasar Koperasi.

Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan. Dalam hal anggota meninggal dunia keanggotaannya dapat diteruskan oleh ahli waris yang memenuhi syarat Anggaran Dasar. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara kepentingan ahli waris dan mempermudah proses mereka untuk menjadi anggota (UU No. 25 tahun 1992 pasal 19).

Setaip anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama.


Struktur Organisasi Koperasi

Keterangan :

  1. Rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
  2. Pengurus adalah pelaksana seluruh kegiatan usaha koperasi
  3. Badan pengawas mengawasi kerja pengurus
  4. Manajer dan karyawan adalah karyawan yang diangkat dan digaji oleh pengurus
  5. Rapat Anggota, Pengurus dan Badan pengawas disebut Alat/perangkat organisasi koperasi
  6. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota masa jabatannya 5 tahun maksimal
  7. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota

Sumber modal koperasi (pasal 41)

  1. Modal sendiri terdiri dari :                    B.  Modal pinjaman berasal dari :

¨        simpanan pokok                                ¨ Anggota/simpanan sukarela

¨        Simpanan wajib                                 ¨ Koperasi lain

¨        Dana cadangan                                 ¨ Bank atau Lembaga Keuangan lain

¨        Hibah                                                ¨ Penerbitan Obligasi dan Surat utang lain

¨ Sumber lain yang sah

Yang berhak membubarkan koperasi (pasal 46)

  1. Keputusan Rapat Anggota
  2. Pemerintah, jika :

¨      Koperasi bertentangan dengan undang-undang yang berlaku

¨      Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum

¨      Kelangsungan hidupnya tidak dapat diharapkan lagi.


Landasan Koperasi:

¨      Landasan Idiil             : Pancasila

¨      Landasan Strukturil     : UUD 1945

¨      Landasan Operasional  : UUD 1945 pasal 33 ayat 1

¨      Landasan mental         : Setia kawan dan kesadaran berpribadi

Jenis koperasi dilihat dari:

  1. Usaha pokoknya :

¨      Koperasi konsumsi

¨      Koperasi produksi

¨      Koperasi kredit (simpan pinjam)

  1. Lapangan usahanya :

¨   Koperasi pertanian

¨   Koperasi peternakan

¨   Koperasi Angkutan

¨   Koperasi Industri, dll

  1. Lapangan Kerjanya :

¨        Multi purphose (serba usaha)

¨        Single purphose (1 jenis usaha)

  1. Fungsionalnya :

¨        Koperasi pegawai negeri

¨        Koperasi pensiunan, dll

Istilah-istilah Perkoperasian

KIK         : Kredit Investasi Kecil untuk industri kecil

KCK        : Kredit Candak Kulak untuk pedagang kecil

KUT         : Kredit usaha tani untuk petani kecil

KMKP      : Kredit modal kerja permanen untuk rehabilitasi dan perluasan usaha

KUKM      : Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Jenis dan Bentuk Koperasi di Indonesia

Jenis Koperasi menurut peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut :
a. Koperasi desa
b. Koperasi pertanian
c. Koperasi peternakan
d. Koperasi perikanan
e. Koperasi kerajinan/industry
f. Koperasi simpan pinjam
g. Koperasi konsumsi

Jenis-jenis Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.

Bentuk koperasi menurut peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut :
a. Koperasi primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.

b. Koperasi gabungan
adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
c. Koperasi induk
adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

Bentuk koperasi yang disesuaikan dengan wilayah administrasi pemerintahan sesuai dengan peraturan pemerintah no 60 tahun 1959 adalah sebagai berikut:

a. Disetiap desa ditumbuhkan koperasi desa
b. Disetiap tingkat II ditumbuhkan pusat koperasi
c. Disetiap daerah tingkat I ditumbuhkan gabungan koperasi
d. Di ibukota ditumbuhkan induk koperasi


Sisa Hasil Usaha

 

Komponen pembagian SHU sesuai Undang-Undang adalah sebagai berikut :

SHU BERASAL DARI ANGGOTA

SHU DARI BUKAN ANGGOTA

  1. Cadangan koperasi
  2. Anggota sebanding dengan jasa yang diberikan
  3. Dana pengurus
  4. Dana pendidikan koperasi
  5. Dana pegawai/karyawan
  6. Dana sosial

g.    Dana pembangunan daerah kerja

  1. Cadangan koperasi
  2. Dana pengurus
  3. Dana pegawai/karyawan
  4. Dana pendidikan koperasi
  5. Dana sosial
  6. Dana pembangunan daerah kerja

Setelah dihitung pembagian SHU koperasi, dapat ditetapkan pembagian sisa hasil usaha setiap anggota berdasarkan jasa yang dilakukan terhadap koperasi. Setiap anggota akan menerima jasa modal, jasa pembelian, dan jasa simpan pinjam.

Jasa Modal

Jasa modal diberikan koperasi kepada anggota setiap anggota atas simpanan yang dimasukkan pada  koperasi berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Modal ditetapkan dengan rumus :


Jasa Pembelian/Penjualan

Jasa pembelian/penjualan adalah bagian jasa anggota yang diperoleh dari koperasi karena jasa melakukan pembelian atau penjualan kepada koperasi. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Pembelian/Penjualan ditetapkan dengan rumus :


 

Jasa Simpan Pinjam

Jasa Simpan Pinjam ini diberikan koperasi kepada setiap anggota atas pinjaman yang menghasilkan bunga atas koperasi. Pinjaman tersebut diperoleh anggota dari koperasi, dimana koperasi mengenakan bunga tertentu. Jumlah bagian setiap anggota yang diperoleh dari Jasa Simpan Pinjam ditetapkan dengan rumus :


 

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on 18 May 2011 in Ekonomi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: